Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Tuesday, December 29, 2020

Google Home Mini - Si Asisten Mungil

Hai guys ! Welcome back to my blog. Ngga berasa ya sudah mau menuju akhir tahun, harapan gue untuk di tahun depan yang paling penting adalah semoga selalu terus diberi kesehatan karena kalau ngga sehat bakal susah untuk melakukan kegiatan hehe. Btw pembahasan di postingan gue kali ini adalah suatu barang yang baru pertama kali gue punya, awalnya tahu barang ini gara-gara sekilas ngeliat pas lagi browsing dan liat di IG ada yang pakai terus terlihat asik gitu. Barang yang akan gue bahas di postingan gue adalah Google Home Mini, sebenernya barang ini bukan gue beli tapi gue dikasih. Awalnya gue bingung mau dipake buat apa ya, namun setelah gue coba pake eh ternyata seru juga lumayan kalau lagi ngga ada temen ngobrol alias gabut tinggal isengin Google Mini aja.

Oke guys jadi Google Home Mini ini lumayan membantu sih dalam mencari tahu misalnya tentang tempat makan yang dekat dengan daerah rumah atau cari tahu tentang tempat-tempat asik buat dikunjungi, jadi kalau lagi bingung nyari sesuatu bisa dibantu sama Google Home Mini. Google Home Mini ini mirip sama Alexa (virtual assistant juga tapi punya Amazon), tapi mungkin Alexa sendiri masih terdengar asing bagi sebagian orang. Selain Google Home Mini juga ada yang namanya Google Home, nah untuk bedanya apasih ? Berhubung gue belum pernah coba kulik langsung si Google Home, berdasarkan dari hasil kulik gue dari web https://versus.com/id/google-home-vs-google-home-mini#group_sound_quality adalah persamaan dari keduanya ada pada panel kontrol seperti volume, tidak memiliki sekat cuaca (tahan percikan), tidak memiliki subwoofer sehingga suara bass nya ngga mendalam, baterainya tidak dapat diisi ulang (jadi harus dicolok ke aliran listrik biar nyala), tidak memiliki masukan kabel aux, mendukung wifi (yaiyalah kalau tidak ada wifi ngga bisa aktif), tidak memiliki soket untuk konektor audio 3,5mm, memiliki perintah suara dan panduan suara. Selain dari persamaan tersebut ada beberapa hal yang menjadi kelebihan dari Google Home Mini yang membedakannya dengan Google Home yaitu mendukung smartphone remote dan body volume 69,6% lebih kecil (lebih ringan sehingga mudah untuk dibawa).

Setelah dikulik sebelumnya mengenai Google Home Mini sendiri, sekarang gue akan bahas tentang cara pemakaiannya yang pertama sambungkan power adapter dengan Google Home Mini lalu download Google Home App setelahnya ikuti langkah-langkah untuk settingnya, pastikan jaringan WiFi aktif dan stabil ya guys, aktifin bluetooth juga untuk memudahkan sinkronisasi. Setelah semuanya ter-setting bisa dicoba ngomong dengan openingnya harus "Ok Google" abis itu bilang deh mau dibantuin atau dicariin apa. Se simple itu lho guys :D

Baiklahh, sekian dulu untuk pembahasan mengenai Google Home Mini dari gue. See you guys on my next post, stay safe stay healthy !

Google Home Mini On Duty

-Photo Taken by Me-


Google Home Mini

-Photo Taken by Me-


Monday, September 14, 2020

Review Koleksi Kamera

Hi guys ! I'm back again on my blog. Mungkin gue agak sedikit jarang untuk posting blog karena belum eksplor banyak hal yang bisa dijadiin konten, biasa sih gue ada ide buat bikin konten kalau banyak lagi banyak eksplor dan kebanyakan gue tuh eksplor di outdoor hehe. Tapi kali ini gue berusaha untuk bikin konten dari apa yang bisa gue eksplor selama dirumah aja.

Oke kali ini gue akan bahas mengenai hobi gue yang lain, yaitu koleksi kamera. Tenang guys gue bukan cuma sekedar koleksi kok, tapi emang gue suka ngumpulin momen gitu jadi tujuannya gue koleksi kamera karena gue pengen ngumpulin momen dari berbagai perspektif. Jadi kamera yang gue koleksi ada Toy Camera Analog, Instax Mini 70, Lomo Instant, dan yang terakhir Kodak M35. Apa sih perbedaan dari empat kamera yang gue punya ? So, mari kita kulik yuk bedanya apa aja. Here we go...

  • Toy Camera Analog : "kok disebut toy camera ?" kalo dari segi fisiknya emang seperti kamera mainan sih, apalagi dengan warnanya yang playful dan ringan karena bahannya dari plastik gitu. Kamera ini sejenis analog karena menggunakan roll film, jadi untuk bisa menghasilkan gambar foto harus dicuci dulu filmnya. Toy Camera ini juga ada detachable waterproof casing sehingga bisa digunakan untuk berfoto dalam air, kalau yang gue baca di kotaknya ini bisa sampai pada kedalaman air 3M. Kamera ini juga free focus jadi bisa digunakan untuk memotret jarak yang jauh sekalipun
Toy Camera
Photo : Taken By Me

  • Instax Mini 70 : kamera ini sedari gue SMA jadi idaman gue banget karena warnanya bagus-bagus dan terkesan simple karena bisa langsung mencetak foto, cuma baru bisa terwujud pada saat gue kuliah hehe. Oke, jadi ini salah satu jenis kamera keluaran Fujifilm yang menurut gue paling hits di kalangan anak muda. Kamera ini menggunakan instant film jadi bentuk filmnya itu berupa kotak yang isinya lembaran photo paper gitu, per instant film berisi 10 lembar photo paper. Kamera ini juga ada pengaturan untuk lensa selfie dan lensa untuk jarak jauh dan dekatnya. Oh ya, jika kalian ingin foto ramean lalu bingung siapa yang fotoin, tenang aja ada setting untuk timer jadi bisa di atur waktunya untuk otomatis foto. Untuk ukuran kameranya standar menurut gue soalnya ngga ribet buat dibawa kemanapun
Instax Mini 70
Photo : Taken By Me

  • Lomo Instant : ini kamera yang menurut gue unik, dari segi fisiknya terkesan vintage gitu dan sempet gue googling hasil foto-fotonya sebelum beli terkesan memorable gitu ya oldies but gold. Oke, ini agak banyak sih fitur dan settingnya dan gue akan jelasin satu-satu. Kamera ini memiliki setting flash on yang suitable untuk siang & malam, flash on untuk malam hari (long exposure with flash), flash off yang suitable untuk siang & flash off pada saat malam (long exposure, light-painting). Dan ada juga setting untuk option hasil fotonya mau monochrome atau color gitu, sudah pasti ada setting untuk mengatur jarak lensa jauh dan dekatnya ya. Untuk filmnya sendiri menggunakan instant film. Oh ya kamera ini juga ada tambahan 3 lensa, fisheye lens attachment, potrait lens attachment, close-up lens. Ukuran kameranya agak gede tapi ada tempat untuk strapnya, jadi bisa digantung pada leher
Lomo Instant
Photo : Taken By Me

Lomo Instant and Lenses Attachment
Photo : Taken By Me

  • Kodak M35 : ini kamera terakhir yang gue punya, salah satu produk dari Kodak. Menurut gue simpel sih kamera yang satu ini. Jenis kamera analog yang pasti menggunakan roll film ya, memiliki flash jadi harus pake batre guys. Dari segi fisiknya terlihat seperti retro gitu modelnya, untuk beratnya ringan jadi enak untuk dibawa kemanapun. Untuk warnanya hanya ada 3 aja, ada warna yellow, mint, dan lilac
Kodak M35 Analog Camera
Photo : Taken By Me


Review kamera dari gue segitu dulu ya guys, untuk kamera analog yang baru gue coba testing baru Kodak M35 tapi masih belum habis filmnya jadi belom gue cuci filmnya. Kalau yang Toy Camera belom sempet gue coba, tapi so far hasil fotonya hampir sama dari yang gue googling. Saran gue kalo mau gunain analog kamera untuk pemula yang Toy Camera dan Kodak M35 aja dulu biar terbiasa sama load and unload roll filmnya hehe. Oke guys, sekian dulu ya postingan blog kali ini. See you on my next post !

Thursday, June 4, 2020

Pandora Experience : Escape Game Misterius Yang Seru

Halo guys balik lagi di blog gue, bagaimana kabar kalian selama quarantine ? Gue harap sehat selalu dan tetap jaga kebersihan ya. Mungkin ini sudah hari kesekian ya dirumah aja, tetap bersabar guys semoga keadaan berangsur membaik, Amin. Oke gue kayaknya kurang lebih dua bulan belum nulis blog lagi, nah mumpung lagi ada waktu santai dan gue juga lagi ada ide buat di post jadilah kembali menulis blog. Kira-kira apasih yang akan gue bahas di blog gue ini ? Hmm mungkin sebagian banyak orang sudah tahu mengenai hal yang akan gue tulis yaitu Pandora Experience, yak itu merupakan escape game yang memiliki berbagai tema dari beberapa legends dari macam negara ada yang temanya expedition (lebih ke adventure gitu), espionage (kalo menurut gue lebih ke arah thriller), not for the faint hearted (horor / mystery), dan breakout (escaping place). Jadi permainan ini berkapasitas 2-10 orang (tergantung besar ruangan), nanti masuk ke ruangan permainan dan dikunci dari luar lalu tugas kita memecahkan teka-teki dan tantangan lain didalamnya, tingkat kesulitan dan banyaknya aktivitas fisik berbeda tiap tema nya. Durasi bermain Pandora ini beragam ya tergantung seberapa cepat kita bisa memecahkan dan melakukan tantangan yang ada di ruangan permainan, dari pengalamanku maksimal waktunya 120 menit. Oke gue mau ceritain pengalaman gue main di Pandora experience ini, teringatnya gue udah 3x main di Pandora dengan awalnya takut kayak ngerasa ngga bakal sanggup ngikutin permainannya sampe akhirnya sekarang kangen main itu karena menurut gue se-seru itu.

Pandora Experience
Source : Photo Taken by Me

Pertama kali gue main Pandora temanya yang horor alias yang not for the faint hearted dengan judul Forest Of The Dead, uhuww dari namanya aja sudah terkesan menyeramkan ya and yess menurut gue serem banget selain serem juga teka-teki dan tantangannya muter otak banget. But don't worry, jika kita ada kesulitan mengetahui cluenya bisa bertanya ke Game Master melalui walkie-talkie yang sudah diberikan ke kita sebelum permainan dimulai. Oh ya FYI di dalam ruangan permainannya gelap banget dan kita tidak diperbolehkan bawa alat penerang apalagi handphone, kalau beruntung kadang di ruang permainan disediain lighstick atau dikasi sama staff Pandoranya, sebelum mulai permainan semua barang- barang kita disimpan dalam loker yang sudah disediakan. Forest Of The Dead inti ceritanya tentang sekelompok reporter yang pergi ke hutan Aokigahara (hutan bunuh diri di Jepang) terus mencari tahu misteri yang terdapat didalamnya, nah nanti di ruangannya sebelum mulai kita noton video singkat tentang cerita detailnya lalu di akhir video muncul tantangan pertamanya. Di dalam ruangan backsoundnya bener-bener horor dan terdapat barang-barang yang bisa bantu menyelesaikan clue tapi tapi hanya berlaku di ruangan itu saja, hati-hati juga karena ada aktivitas naik turun tangga dan membuka gembok jangan terlalu keras nanti patah atau rusak. Jika kalian udah berhasil menyelesaikan permainannya nanti di akhir juga ada video singkat tentang apa yang sebenarnya terjadi overallnya baru deh keluar dari ruangan.


Forest Of The Dead
Source : https://pandoraexperience.com

Kedua kalinya main Pandora temanya yang breakout dengan judul Shutter Asylum, mungkin dari namanya terkesan menyeramkan ya tapi menurut gue ngga se-serem itu malah jatuhnya lebih ke seru karena kita diminta escape dari sebuah mental asylum or RSJ. Seperti yang sudah gue jelasin beberapa sebelumnya di awal kita menyimpan barang-barang di loker lalu dijelaskan mengenai aturan selama bermain didalam ruangan lalu dikasi walkie-talkie dan kita ngomong ke Game Master kalau kita udah ready, nanti sebelum mulai permainan nonton video singkatnya dulu baru main deh, untuk tema yang ini dikasi lightstick juga ya. Shutter Asylum inti ceritanya kita diminta untuk investigasi pasien yang menderita memory loss dan berusaha membawa dia kabur dari RSJ tersebut dalam waktu yang secepat mungkin. Menurut gue tingkat kesulitannya tinggi dan banyak aktivitas fisiknya seperti manjat, naik turun tangga, mendorong, dan yang unik dari shutter asylum ini pada saat berada di ruangan pompa yang ada kolamnya gitu, tapi tenang sepatu kalian ngga akan basah karena sebelum main diminta untuk lepas sepatu (pastinya disimpan di loker) lalu kita memakai sandal jepit. Fear factornya 3/5 ya gaess jadi ngga serem banget. Btw lightstick yang dikasi boleh dibawa pulang ya.

Shutter Asylum
Source : https://pandoraexperience.com

Ketiga kalinya main Pandora temanya horor lho guys alias yang not for the faint hearted dengan judul Sanatorium, menurut gue sih pas tahu judulnya begini yang dibayangan gue pasti serem dan emang serem abis lebih serem dari yang Forest Of The Dead. Oke inti cerita dari Sanatorium adalah ada seorang pasien yang mengalami mental disorder di pindahkan ke Sanatorium ini lalu seorang perawat diminta untuk merawat pasien tersebut selama berada disitu, selama pasien tersebut dirawat banyak kejadian aneh yang horor lalu perawat ini mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Yang membuat tema ini horor banget adalah jump scarenya asli bikin kaget ditambah ada penampakan hantunya juga (tapi gue gatau ya ini hantunya bohongan kyk bayangan / boneka gitu atau beneran orang), backsoundnya yang horor, ada situasi dimana totally blackout terus tiba-tiba ada telepon bunyi *jreenngg* kebayang ngga tuh wkwkwk. But overall ini menakutkan tapi seru, oh ya FYI tema yang ini ngga dikasi lightstick yaa, jadi mengandalkan cahaya yang apa adanya di dalam ruangan.


Sanatorium
Source : https://pandoraexperience.com

Oke sekian dulu sharing pengalaman gue mengenai Pandora Experience, asli pada saat gue menulis ini jujur kangen main Pandora lagi kayak penasaran sama tema-tema yang lain. Tapi tunggu situasi kondusif dulu dan semoga cepat kondusif situasinya jadi bisa main lagi, harapan gue kali ini mungkin sedikit lebih rame asik kali ya jadi bisa bagi tugas gitu buat mecahin cluenya. Terakhir gue main berlima dan itu yang di Sanatorium. Tetap semangat buat kita semua dan stay healthy guys !

Friday, November 16, 2018

Bohemian Rhapsody Film

Holla ! Nah kali ini gue mau ngereview sesuatu yang lagi hits di bulan ini, yang akan gue review kali ini adalah film Bohemian Rhapsody. Siapa sih yang ngga tau band rock kondang "Queen" ? Mostly pada tahu lah ya, yak jadi film ini tentang sejarah band Queen terbentuk sampe mereka bener-bener terkenal dan menggelar konser besarnya di event Live Aid, Stadium Wembley, London. Gue pengen ngasi rating buat film ini tuh 5/5, ibaratnya kalo di aplikasi udah bagus banget tuh penilaian bintang 5. Keren asli deh, pemeran utamanya si Rami Malek bener-bener oke perannya sebagai Freddie Mercury, dimana Freddie Mercury ini merupakan vokalis dari band Queen. Film Bohemian Rhapsody juga secara implisit menurut gue ada ngasitau tentang makna filosofis dari lagu-lagunya Queen, contoh deh lagu love of my life dia menulis lagu untuk pacarnya yaitu Mary, dimana yang awalnya nih gue ngga ngerti kenapa dia nulis lagu itu buat Mary padahal di film sebelum dia nulis lagu itu mereka ngga ada masalah, eh ternyata dari lubuk hati yang paling terdalamnya Freddie *asek* dia ada merasa kalo Mary bakal ninggalin dia karena mengetahui si Freddie itu Bi (sotoy kayaknya sih gue, tapi kira-kira itulah yang gue tangkep maksudnya dari scene itu).
Di sisi lain gue juga melihat scene pas mereka lagi rekaman lagu, itu menurut gue keren sih karena mereka ngebuat komposisi musik mereka bukan dalam waktu sebentar, apalagi yang lagu Bohemian Rhapsody ada scene dimana salah satu personilnya berulang kali harus nyanyi dengan nada tinggi kata "galileo". Really, I'm amazed waktu ngeliat scene itu, ada merasa merinding juga karena itu keren banget. Nah ada yang lebih keren pas finalnya nih waktu mereka konser di event Live Aid, whoaa keren abiiss. Kalo dari scene waktu mereka konser yang paling keren ketika Freddie Mercury sahut-sahutan sama penontonnya "aayy oohh", terus sama yang waktu nyanyi Radio Ga Ga itu keren deh berasa ngikut konsernya live dan sampe sekarang lagu itu terus terngiang-ngiang di kepala gue. Emang ngga ada obat deh Queen mah, selain legend mereka juga keren abis. Salut sama sutradaranya bikin filmnya oke banget.
Btw gue mau sharing dikit, gue tahu Queen sedari gue kecil soalnya dulu nyokap gue dan beberapa sodara nyokap gue seneng banget play kaset or denger radio gitu dan gara-gara itu setiap gue makan kudu ada lagu yang di play atau minimal dengerin radio deh. Nah lagu Queen pertama yang gue denger adalah We Rock You, pokoknya setiap denger lagu itu bawaan gue jadi imagine jadi penyanyi rock hahaha. Itu dulu ya sharing dari gue.


Tiketnya kebuang, jadi posternya aja deh ya :D