Tuesday, July 20, 2021

Sabbath Burger - Lawless Burgerbar

Hello guys, welcome back to my blog ! Gue ngga tahu postingan ke berapa di hari ini, karena gue juga cukup kejar tayang untuk update postingan di blog biar tetap update yekan. Oke, di postingan gue ini akan mereview lagi soal makanan yang cukup hits dan cukup rame dibeli oleh kalangan anak muda. Review gue kali ini adalah tentang burger, cuma kayaknya ini bukan burger biasa karena yang gue liat di foto menunya terlihat isinya full banget dan nama menunya juga unik-unik. Burger ini dari tempat makan yang namanya Lawless Burgerbar, dari namanya aja sudah pasti lebih dominan menu burger didalamnya tapi selain itu juga ada menu french fries dan menu lainnya.

Jadi gue baru aja order menu dari Lawless Burgerbar yang namanya Sabbath Burger, nama menunya terkesan terlihat wow gitu ya "sabbath" kayak Sabbath Day... Oke, kita lanjut reviewnya jadi Sabbath Burger ini ada 2 jenis yang single dan double, untuk isinya tetap sama seperti classic burger pada umumnya tapi sebelum gue coba burgernya yang gue liat dari foto full gitu. Karena ini gue ordernya baru pertama kali jadi gue pas milih menunya juga tebak-tebak berhadiah, dari ingredientsnya yang menurut gue masih oke si Sabbath Burger ini dan jadilah gue pesen.

Gue pesen burger ini dari Lawless Burgerbar yang di cabang Menteng (Jl. H. Agus Salim No.60), kalau yang gue liat tempatnya dari depan terlihat kecil (berada di ruko gitu) dan banyak babang ojol yang ngantri didepan restonya. Gue pernah liat tempatnya karena tiap dari Sarinah jalan kaki selalu lewatin resto Lawless Burgebar itu. Jadi pas gue udah terima pesanan gue, gue lihat emang ukurannya cukup besar di tangan gue dan emang besar sih ukuran burgernya hahaha. Daging burgernya juga tebel dan karena gue pesennya yang double (karena takut pas di kenyataan ukurannya ngga sesuai foto, jadi pesan yang double) jadi kayak berasa full daging. Dagingnya enak dan lembut sama bumbu black peppernya berasa, bawang bombaynya berasa manis dan saus mustardnya berasa gurih, daging burgernya juga tebel. 

So far, gue puas makan burgernya karena satu aja di gue udah kenyang banget. Saran gue buat yang ngga terlalu kuat makan daging, kalo pesen yang Sabbath Burger ini mending yang single soalnya pasti tebel juga dagingnya dan sudah pasti ngenyangin kok. Aroma burgernya enak dan menurut gue beneran bukan kayak burger pada umumnya, karena sampe saat ini burger dari Lawless Burgerbar luar biasa sih udah besar ukurannya dan dagingnya tebel wkwkwk. Oke, sekian ya guys review dari gue. See you in another post !

Lawless Burgerbar

-photo taken by me-

Sabbath Burger

-photo taken by me-


Croffle With Choco Crunch - Dear Butter

Haihaiii, balik lagi di blog gue ! Hyaa kejar tayang nih gue buat mengisi feed blogger gue lagi dengan postingan gue, tapi kalo lagi banyak waktu luang gini jadi enak buat nulis blog gini jadi waktu luang pun tetap produktif :D oke, jadi apa nih yang mau dibahas kali ini ? Di tahun ini mungkin baru-baru ini, ada lagi nih makanan yang hits dan saking hitsnya cepet banget sold outnya. Mungkin pada familiar sama yang namanya croffle, ya croffle jadi waffle yang teksturnya sedikit crispy kayak roti panggang dan disajikan dengan selai berbagai rasa atau bisa juga tanpa selainya. Awal gue tau croffle ini dari snapgram temen-temen gue dimana mereka ada yang beli sendiri atau dikirim sama orang lain, lalu makin lama makin banyak gitu dan akhirnya jadi penasaran hahaha.

So, croffle yang akan gue bahas disini adalah dari Dear Butter. Tapi asli deh ini tuh hits banget sampe yang sering banget sold out gitu, pernah gue iseng cek di ojol pas siang-siang dan gue kaget udah sold out semua... Wah makin penasaran dong gue, seenak apasih crofflenya sampe pusing sendiri gue tiap ngecek di ojol pasti sold out terus karena sepengen itu buat nyobain. Akhirnya singkat cerita gue berhasil order dengan diawali kesalahan teknis waktu order karena ngga tau kalau croffle sama selainya dijual terpisah dan di menu ada "choco crunch" kirain varian rasa crofflenya lalu dengan pedenya pesen 6 terus di telepon sama drivernya dan ditanya "ini cuma pesan sausnya doang ?" wkwkwk duh ngakak sekaligus tengsin sih. Tapi akhirnya jadi pesen yang bener kok croffle sama selainya.

Gue order 9pcs croffle.... Kok banyak ? Iya, soalnya mau pesen yang 3pcs udah sold out jadinya dapat yang 1 pack isinya 9pcs tapi tenang kok makannya bagi-bagi sama nyokap hehe. Selai choco crunchnya gue pesen 3pcs, karena gue pikir 1pcs selainya buat 3 croffle gitu. Dari rasa gue bedain dari yang ngga pake topping dan yang gue pakein topping (selai), kalo ngga dipakein topping udah berasa manis tapi bukan yang manis banget, rasanya tuh kayak croffle yang dilapisin mapple syrup dan ada sedikit taburan gula. Crofflenya juga ngga bikin eneg dan ngga terlalu tebal juga, nah kalau dipakein topping (selai) menurut gue lebih enak lagi karena ada tambahan rasanya seperti roti kosong manis diolesin selai rasanya. 

Varian rasa selainya ada strawberry, strawberry cream cheese, almond & maple, blueberry cream cheese, dan choco crunch. Kalau kalian penasaran lebih sama croffle yang satu ini, bisa lho di visit IG nya juga di @dearbutter.id buat tahu info-info pada saat pemesanan, soalnya karena orderannya lagi rame jadi terakhir infonya dibatasin pemesanan tiap customer dan order via ojol ada sistem buka tutupnya. Semoga membantu ya guys, anyway sekian dulu postingan gue kali ini. See you !

Dear Butter

-photo taken by me-

Croffle With Choco Crunch

-photo taken by me-


The Duchess - Dough Lab (Artisanal Cookies)

Haaii, welcome back to my blog ! Pada postingan blog kali ini gue akan ngebahas tentang cookies yang hits, udah cukup lama mungkin hitsnya tapi gue baru nyoba di tahun ini (ya better late than never kan). Cookies yang akan gue bahas disini adalah Dough Lab, pasti sudah pada tahu lah ya. Sebenarnya gue bukan penggemar cookies banget, cuma karena gue tipe yang curious banget sama sesuatu yang rame gitu terutama makanan, pengen merasakan seenak apasih makanan/minumannya kok rame banget ? Kalo enak & cocok di lidah gue siapa tahu jadi favorit gue hehe. Nah gue tertarik tuh untuk mencoba dan kalo gue liat di display boothnya keliatan menarik cookiesnya. 

Gue waktu itu makan ini order dari ojol dikarenakan kalau pun beli langsung biasanya ngantri sih dan kebetulan masih di kantor jadi better order dari ojol. Oke langsung aja, jadi Dough Lab ini varian cookiesnya banyak dan salah satunya The Duchess ini, yang The Dutchess ini ada chocolate chunks, walnuts, dan taburan sedikit sea salt (soalnya ada rasa asinnya). Untuk rasa secara keseluruhan masih oke di lidah gue, rasa cokelatnya juga ngga terlalu manis karena gue ngerasanya seperti dark chocolate gitu, potongan chocolate chunksnya juga cukup besar dan tekstur cookiesnya soft yang cenderung chewy seperti cookie dough tapi yang dibake 70% matang gitu hahaha. Rasa asin dari taburan sea saltnya tidak mengganggu rasa asli dari cookienya, menurut gue ngga jadi aneh rasanya justru unik soalnya rasa asin yang dari sea saltnya suka muncul dan hilang gitu (udah kayak di ghosting aja muncul dan hilang......).

Varian lain dari Dough Lab ada Gold Digger (soft dark chocolate cookie with molten peanut butter filling), New Yorker (gluten free chocolate chips cookies), The Diva (double chocolate chips cookies with salted caramel), The BFF (crispy on the edge, chewy in the middle chocolate chip cookie), The Flower Child (eggless, dairy free cookies with dark chocolate and coconut milk.. wah yang varian ini sehat dong ya cookienya), dan yang paling unik tuh Cookie Monster warnanya biru, fudgy chocolate chip filling, dan masih banyak varian lainnya di cekidot sendiri aja ya gaes. Bisa kalian kunjungi IG nya di @dough.lab untuk cekidot lokasi storenya dimana aja. Btw, sekian review singkat gue mengenai Dough Lab ini, gue harap kalian ngga bosen bacain blog gue yang mostly isinya review makanan or minuman hahaha. See you in another post !

Dough Lab

-photo taken by me-

The Dutchess

-photo taken by me-


MENANTEA - Teh Buahnya Youtuber Jerome Polin

Hello guys ! Welcome back to my blog. Yak, selalu begini sekalinya jarang ngepost pas balik ngepost di blog lagi langsung muncul beberapa postingan baru hahaha. Bagi gue gapapa, lumayan menabung bahan postingan di blog. Oke kali ini gue mau bahas yang tahun ini sempet viral nih, ranahnya ke kuliner pastinya nah cuma yang ini identik dengan minuman tapi ada menu makanannya juga, cuma satu jenis aja sih menunya tapi kedepannya kurang bakal nambah menu makanan atau ngga. Brand yang akan gue bahas disini adalah Menantea, wew apaan tuh Menantea ? Sebelum gue jelasin lebih lanjut, pasti pada familiar kan ya sama nama Jerome Polin ? Iya, ngga lain ngga bukan yang adalah Youtuber. Nah Menantea itu dia yang punya bersama dengan abangnya yang bernama Jehian P. Sijabat, singkat cerita dari yang gue ikutin infonya di instagramnya Jerome berawal dari abangnya mencoba buat teh buah yang dibikin sama Jerome, terus si Jerome minta abangnya buka toko karena itu dan pada akhirnya jadilah si Menantea.

Cabang pertama Menantea itu di Tomang (Jl. Tomang Raya No.54 RW 3, Jatipulo, Palmerah, Jakbar), waktu itu bukanya 10 April 2021 dan jujur waktu itu saking penasarannya beneran kayak nungguin openingnya karena diliat dari teaser menunya terlihat menarik wkwk. Sekarang cabangnya mulai meluas di beberapa daerah, buat yang pengen tau lebih lanjut Menantea itu ada dimana aja silahkan di cek IG nya di @menantea.toko. 

Signature menu di Menantea ini ada MatemaTEAka (mix fruits tea), Inteagral (royal honey milk tea boba), dan Mantappu Tea (prima orange lychee tea with cheese cloud). Nama2 signature menunya unik ya, di dominasi dengan istilah matematika hahaha. Dari signature menu ini baru 2 jenis yang udah pernah gue coba yaitu MatemaTEAka dan Mantappu Tea, mari kita kulik soal rasanya. Yang pertama adalah Mantappu Tea ini rasanya kayak permen sugus, jadi kan ada jeruk sama lychee dan cheese cloudnya nah pas dicampur semua rasanya seperti itu tapi seger dan ngga terlalu manis juga, menurut gue oke rasanya. Yang kedua adalah MatemaTEAka, oke jenis yang ini beneran definisinya fruitea karena emang begitu adanya dan seger banget pas diminum tuh cocok di cuaca panas. Seinget gue yang MatemaTEAka buah-buahannya ada nanas, apel, sama jeruk kalo tidak salah.

Selain itu gue juga pernah nyoba snacknya, untuk snacknya sendiri tuh ada potato and chicken dengan 3 pilihan saos cocol ada honey mustard, spicy huha, dan say cheeze. Waktu itu gue nyobain snacknya dengan saos yang say cheeze, snacknya juga enak dan kalo sambil minum minumannya cukup mengenyangkan buat gue. Nah disini tidak ada 3 jenis signature menu itu aja, tapi ada yang lainnya juga. Waktu itu sama temen kantor yang lainnya ada pesan vanilla milk tea, rose milk tea, dan menantea sunset. Foto yang gue share untuk dokumentasi di postingan ini MatemaTEAka fotonya tidak ada mohon maaf ya guys sebelumnya, soalnya saking hausnya langsung diminum hahaha. So, sekian dari review gue kali ini. See you !

1. Menantea Sunset
2. Mantappu Tea
3. Rose Milk Tea
4. Vanilla Milk Tea

-Photo taken by Me-

Mantappu Tea

-photo taken by me-

Potato and Chicken with Say Cheeze Sauce

-Photo taken by Me-


Korean Garlic Bread - Ny. Moy (Premium Ingredients)

Halo gais ! Back again to my blog, udah lama banget gue ngga update blog karena waktu yang ada membuat gue harus mengurus hal lain terutama urusan pekerjaan di kantor dan persiapan gue sebelumnya untuk melanjutkan kuliah yang tinggal hitungan bulan akan dimulai hehe. Anyway pembahasan di postingan blog gue kali ini adalah Korean Garlic Bread, sebelumnya gue pernah sih bahas review gue soal Korean Garlic Bread ini. Namun untuk Korean Garlic Bread yang ini agak berbeda dari yang sebelumnya gue bahas. Langsung saja yaa....

Jadi Korean Garlic Bread yang gue cobain ini dari Ny. Moy (IG : @nyonyamoy.id), sebelum gue cobain makanan dari Ny. Moy ini gue cukup familiar dengan namanya tapi karena sistemnya PO dan berhubung gue agak mageran nunggu yang PO gitu jadi belum sempat order mulu hahaha. Kali ini gue order bareng temen kantor gue, tapi kalo temen kantor gue beli nastar sama Korean Garlic Bread ini. Gue sempat berpikir sebelumnya mungkin apa mungkin sama aja rasa, ukuran roti, dan garlic cream cheesenya ? Mari kita kulik yukk~

Ny. Moy

-photo taken by me-

Korean Garlic Bread Original Ny. Moy

-photo taken by me-

Gue ngga expect kotaknya bakal gede gitu karena perkiraan gue ukuran rotinya seperti ukuran roti pada umumnya, eh ternyata gede dong dan garlic cream cheesenya juga full dan rotinya juga tebel empuk gitu. Dari kotaknya aja pas belum dibuka aroma wangi garlicnya semerbak banget. Dari segi rasa menurut gue enak gurih garlic cream cheesenya dan potongan garlicnya juga manis, makan satu aja udah berasa kenyang. Puas makan Korean Garlic Bread dari Ny. Moy ini soalnya garlic cream cheesenya full mantap hahaha, soalnya yang bikin enak tuh ya garlic cream cheesenya. Oh ya FYI guys makanan di Ny. Moy ini homemade semua dibikin langsung sama ownernya, makanan kita pun akan dibuatkan pada saat adanya pesanan sehingga sampai di kita juga fresh from the oven. Bahan-bahannya juga tidak mengandung pengawet, pelembut, dan MSG. Bahkan waktu temen gue pesan nastar, sauce nastarnya juga dibikin sendiri sama ownernya jadi berasa banget nanasnya dan isian nanasnya full.

Dari segi harga menurut gue agak pricey untuk sebuah roti tapi worth it kok, untuk varian rasa dari Korean Garlic Bread ini tidak hanya yang original juga tapi ada yang varian beef truffle, salmon mentai, dan scallop mentai. Produk yang dijual Ny. Moy ini juga ada yang lainnya seperti cookies, roti sobek, lapis legit, dan lain-lain. Kalo kalian ingin mengetahui pricelistnya silahkan chat via whatsapp, untuk link contactnya ada di bio instagram Ny. Moy. Next time pengen coba yang salmon mentai atau scallop mentai, wah kayaknya asik jiwa sih hahaha. Oke, sekian review singkat dari gue. See you !

Friday, January 1, 2021

Happy New Year 2021 !

Hello guys, Happy New Year 2021 ! Akhirnya kita berhasil melewati tahun 2020 yang penuh tantangan berat dengan situasinya yang membuat kita merasakan segala perasaan campur aduk yang mostly perasaan negatif (cemas, takut, sedih, marah, kecewa, dsb) karena adanya pandemi Corona, secara personal gue bangga sama diri gue sendiri sudah mampu untuk kuat melewatinya meskipun butuh waktu beberapa bulan untuk beradaptasi. Gue juga berterima kasih kepada Tuhan karena telah menyertai selama tahun 2020 sehingga semuanya bisa terlewati dan masih diberi kesehatan dan kewarasan yang baik sampai sekarang, jujur ngga mudah lho melewati ini semua dan gue rasa semua orang merasakan hal yang sama. Di tahun yang baru biasanya semua orang memiliki harapan atau yang bisa disebut resolusi, secara personal gue mungkin memiliki resolusi namun semakin berjalannya waktu gue lebih berpikir realistis mengenai resolusi yang gue buat. Satu hal yang sudah pasti gue harapkan dan selalu doakan adalah semoga selalu diberikan kesehatan dan dijauhkan dari segala marabahaya apapun, kalau untuk harapan yang lain sudah pasti ada namun gue ingin harapan yang lainnya di keep dulu secara personal jadi biarkan hanya gue dan Tuhan yang tau dan akan selalu gue doakan.

Perasaan yang gue rasakan menjelang tahun baru dan pada saat ini sudah tiba di hari pertama tahun 2021 adalah rindu kumpul bareng keluarga besar di Medan, jujur setiap bulan Desember gue tuh selalu teringat sama suasana rumah di Medan dengan segala kegiatan yang mostly adalah kulineran dan berkunjung ke rumah keluarga lainnya pada saat tahun baru serta ziarah ke makam kakek & nenek. Seinget gue terakhir ke Medan tahun 2018 dan gue belum merasa puas pergi kesananya karena gue hanya cuti sebentar, berhubung baru masuk keterima kerja jadi hanya dikasi kesempatan ambil cuti beberapa hari aja. Namun gue bersyukur banget pada saat itu karena bisa merasakan kumpul bareng keluarga, kulineran di Medan, dan seinget gue ada nonton di bioskop ramean pokoknya asik deh. Sebenarnya gue udah rindu banget ke Medan tapi gue kudu bersabar menunggu situasi kondusif dari pandemi ini, selama masih ada waktu kedepannya berarti masih ada kesempatan gue untuk mengujungi Medan lagi. Gue kangen sama Tahu Sumedan Hj. Bejo (tahu bejo), Bakmi Kedai Panjang Pasar Pringgan dan Kue Bohong (tidak ada isinya namun rasanya manis dan ada aroma cinnamonnya) yang ada di gerobakan deket rumah makan bakmi, Bakmi Selat Panjang, Soto R.M Sinar Pagi, Kwetiaw Kosong (isinya kwetiaw dengan tauge, telor, dan bawang goreng tapi gurih coy), dsb. 

Tahu Sumedang Hj. Bejo
-Photo Taken by Me-

Bakmi Kedai Panjang Pasar Pringgan
-Photo Taken by Me-
     
Ci Cong Fan
-Photo Taken by Me-

Kue Bohong
-Photo Taken by Me-

Pada malam pergantian tahun 2020 ke tahun 2021 seperti biasa keluarga gue mengadakan ibadah bersama namun sedikit berbeda karena kali ini melalui virtual dengan media Zoom Meeting, disisi lain masih bersyukur karena cukup mengobati rasa rindu gue untuk ngumpul bareng terutama ke sepupu-sepupu gue dan masih dalam keadaan sehat semua. Sebelum pandemi kalau lagi ngga ke Medan biasanya ngumpul di rumah paman gue daerah Jaktim, memang kita ngga BBQ-an sih tapi snack banyak, minuman (non-alkohol karena banyak yang sudah berumur hehe), serta kue-kuean gitu, biasanya nanti gue sama sepupu gibah atau nonton sambil teasing satu sama lain. Wah rindu banget asli disuasana seperti itu, mudah-mudahan di tahun 2021 ini keadaan berangsur kondusif apalagi dengan mau diadakannya pemberian vaksin, ya semoga apapun upaya yang direncanakan untuk memutus mata rantai virus corona ini segera terealisasi. Inti dari sharing gue ini berterima kasihlah kepada Tuhan karena sudah menyertai kita untuk survive dari tahun 2020 dan akhirnya bisa sampai di tahun 2021 ini dan tidak lupa untuk berterima kasih kepada diri sendiri karena sudah mampu kuat menghadapi semuanya.


Zoom meeting keluarga pada malam pergantian tahun 2020 ke 2021
-Photo Taken by Me-


Sekian dulu sharing dari gue dan mohon maaf kalau terkesan mellow banget karena emang serindu itu sama situasi akhir tahun disituasi sebelum pandemi. See you on my next post dan tak bosan selalu mengingatkan untuk jaga kesehatan dan selalu patuhi prokes guys !